Tapakarajangangga' addampeng
Sininna tomatuakku ,indokku, daengku, andrikku, yamanenna tanpa terkecuali
Tadampengenga, ma bahasa Indonesia ka supaya sama-sama mengerti,,,
Suku Bugis dulunya dikenal sebagai suku yang wataknya (Watakale) keras dan pantang menyerah.
Suku bugis di kabupaten Indragiri Hilir (INHIL) di akui keberadaannya di mata masyarakat, karena memang dalam dalam data saja bahasa Bugis termasuk kedalam 3 besar yang sering dipakai oleh masyarakat Inhil, sesudah bahasa Melayu dan Banjar.
Bahkan persebaran masyarakat suku bugis berada di nomor 2 terbanyak setelah Melayu, dengan data paten ini bahwa suku Bugis patut berbangga.
Sekarang sifat watak dan karakter keras suku Bugis perlahan mulai berubah seiring perubahan zaman dengan adanya rasa kebersamaan dan kebesaran hati untuk saling menjaga dan memelihara kesatuan antar suku Bugis dan dengan suku lain (Rupa Tau), tapi sifat watak dan karakter keras tadi tetap bersemayam di dalam diri masing-masing dipelihara dengan rasa kesabaran dan kedewasaan diri.
Alhamdulillah, dengan adanya organisasi paguyuban PAO yang telah teridentifikasi dengan badan hukumnya membuat suku Bugis di Inhil patut bersyukur, dengan pendiri Fuang Edi Sindrang dan penggerak Daeng Awi'e menandakan beliau-beliau ini sadar akan KEBESARAN suku Bugis di Inhil.
PAO mengangkat, memeluk, mengayomi, menggandeng, merangkul semua kalangan bukan menarik 'orang dengan kedudukan tinggi', jika kita lihat dalam keseharian organisasi PAO di Markas Besar (Mabes) jalan Tanjung Harapan gang Tjg Mutiara maupun diluar Mabes, disaat berkumpul bersama, penuh dengan rasa kekeluargaan, kesederhanaan, penuh dengan suka cita, penuh canda tawa, ibaratnya (Rokok sebungkus milik bersama, nasi sepiring milik bersama), tidak ada memandang kasta, yang tua di hormati, yang muda disayangi, sebaya dihargai, INI CIRI KHAS BUGIS.
Dengan itu, saya sebagai penulis sangat merasa bangga berdarah Bugis. Mari sama-sama besarkan PAO, mari rangkul seluruh golongan suku Bugis sampai ke pelosok desa manapun di Kabupaten Inhil.
Dengan kebersamaan, InsyaAllah kita dipandang orang sebagai suku yang punya MARWAH TINGGI, punya IDENTITAS, punya LEGALITAS.
Syiarkan nama besar PAO dimana pun kita berada, Gaungkan bentuk kebajikan tuntunan adat dan budaya suku Bugis dalam syariat Islam, tidak pandang bulu, tidak pandang kasta, tidak pandang warna kulit, tidak pandang dia bugis APA.
Letakkan Lambang PAO di HATI dan JANTUNG mu, mari bangunkan SOMPU OGI'TA bersatu dalam ORGANISASI PAGUYUBAN PAO,,
EWAKOO, EWAKOO, EWAKOO,
ALLAHU AKBAR......................,,
Tembilahan, 31 Agustus 2020, pukul 20:15 WIB.
TTD
PANGLIMA PAO
Waalaikumussalam
