SAMBUTAN DPP PAO : ASSALAMU'ALAIKUMWARAHMATULLAHIWABARAKATUH, SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DEWAN PENGURUS PUSAT ORGANISASI ASSEDDINGENG WIJANNA OGIE DALAM BAHASA INDONESIA DIKENAL DENGAN NAMA PERSATUAN ANAK OGI (DPP-PAO) KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU, PAO ADALAH PERKUMPULAN WARGA MASYARAKAT SUKU BUGIS RANTAU DENGAN BERDASARKAN PANCASILA DAN UDD 45 SERTA DIBAWAH NAUNGAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) DENGAN TUJUAN MEMPERSATUKAN SEGENAP WARGA MASYARAKAT BUGIS SELURUH NUSANTARA MAUPUN MANCA NEGARA DENGAN VISI MISI - MASSEDDI RIPASSEDDI MAPPASSEDDI-TOPADA SIPAMMASE MASE - NIAT MADECENG PADATTA RUPA TAU TERUTAMA SEMPUGIKU TEGA-TEGAKI WANUA DI ONDROWI. WASSALAMU'ALAIKUMWARAHMATULLAHIWABARAKATUH

Friday, 10 July 2020

KUNJUNGAN BADAN PENGHUBUNG GUBERNUR SUL-SEL DI MABES PAO


PAO;- Kali ini Markas Besar Pallapi Arona ogi'e (PAO) mendapat kunjungan dari perwakilan Badan penghubung Pemerintah Sulawesi Selatan yang bekerjasama dengan Organisasi IKAMI menerima Bantuan dari Gubernur Sulawesi Selatan, disambut langsung oleh Panglima PAO saudara Anawawik/Awi'e di Depan Mabes PAO di dampingi beberapa anggota PAO dan IKAMI. (10/07/2020)

"Terima Kasih Sebesar-besarnya Kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas Bantuan yang diberikan Melalui Badan Penghubung Gubernur Sulawesi Selatan, Alhamdulillah bantuan sudah kami terima mudah-mudahan bermanfaat bagi sesama"ungkap Awi'e






Monday, 6 July 2020

AKSI PEDULI SESAMA BERSAMA WARGA KKSS DAN ORGANISASI PAO


PAO(06/07/202): Hari ini Aksi Peduli Sesama Menindak lanjuti Masalah Pembahasan dalam Acara Tudang Sipulung yang  telah terlaksana di Mabes Organisasi Pallapi Arona ogi'e pada Malam 04/07/2020, yang membahas tentang Gerakan Sosial membangkitkan rasa peduli terhadap sesama manusia yang memang di anggap di perlukan.
Bertepatan pada acara tudang sipulung saat itu ada Informasi kami dapatkan bahwa ada seseorang yang sedang sakit di lokasi Pasar Terapung di perkirakan umur 60 tahun suku Bugis tanpa identitas dan tidak memiliki keluarga dekat di Kota Tembilahan saat ini sedang terbaring, malam itu sebenarnya sudah ada upaya untuk menjemput membawa. Orang tua tersebut ke Mabes PAO, berhubung kondisi sudah larut malam dan Tentunya tidak mudah mengurus seseorang yang tanpa identitas serta perlu juga pihak PAO menghubungi pihak pengelola atau trantib Pasar Terapung dikarenakan beliau bekerja sebagai Penjaga WC Pasar Terapung Kota Tembilahan.

Sebagai langka Awal dalam bentuk kepedulian Organisasi PAO Mengumpulkan Donatur dengan menggunakan dua kotak kardus bekas secara estapek mengumpulkan sumbangan dari peserta tudang sipulung alhasil malam itu terkumpul dana untuk biaya perawatan orang  tua tersebut sekitar Rp.1.400.000 lebih.

"Alhamdulillah Terima Kasih sininna Sompu Ogiku ya engkae hadere di Mabes PAO dalam rangka Tudang Sipulung atas Sumbamgatta untuk tomatoae yae Wennie, Mamuare mabbarakka"ungkap Awi selaku Panglima PAO  waktu itu.







Penulis : Admin


Sunday, 5 July 2020

PAO TUDANG SIPULUNG TERKAIT PRESMIAN PAO BERSAMA TOKOH BUGIS INHIL

 Tembilahan;- Awal bersejarah di Perkumpulan Pallapi Arona Ogi'e (PAO) Yang Notabene Warga Masyarakat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan dan Tokoh Bugis dari berbagai elemen Khususnya di Kabupaten  Indragiri Hilir Propinsi Riau, (04/07/2020)

Dalam Rangka Acara Tudang Sipulung terkait dengan Proses Peresmian PAO yang di Hadiri oleh Bapak Edi Harianto Sindrang selaku Inisiator dan Pendiri Perkumpulan Pallapi Arona Ogi'e (PAO) di dampingi Bapak H. Hasan, Bapak Ambo', Bapak Nahrawi , Zainudin Acang, Bapak Akmal, Bapak Azhar dan Tokoh Masyarakat, Pemuda Bugis, serta Anggota PAO dari berbagai Perwakilan Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir hadir di Kediaman Bapak Anawawik/Awi'e atau yang lebih kenal sebagai Panglima PAO .


Adapun Pembahasan lain yaitu menyangkut dengan kegiatan Sosial dan membangkitkan kepedulian kepada sesama dan Rasa Memiliki serta Tanggung jawab bersama dimana setiap hal yang berkenaan Kemanusiaan yang di anggap perlu untuk di lakukan.


Sedikit Catatan Penting yang mungkin perlu di sampaikan kepada Warga Masyarakat Bugis Khususnya di Inhil dan pada Umumnya  Seluruh Indonesia maupun yang berada di luar Negeri.

Bahwasanya Sebagaimana pengamatan Admin  di tengah pembahasan Peresmian Perkumpulan PAO, sebagian mungkin ada kejanggalan dan timbul pertanyaan diantara Saudara-saudari atau Orang Tua serta tokoh Keluarga Bugis. 
Kenapa Harus ada PAO? Sementara sudah ada  wadah KKSS dan didalamnya sudah lengkap, secara individu,  admin menyimpulkan bahwa perkumpulan PAO adalah Lahirnya seorang Anak dari Ayah Ibu atau orang tua Hebat  bernama KKSS yang menciptakan inovasi sejalan dengan peradaban baru dalam menghadapi perkembangan jaman khususnya di bidang  Iptek maupun kemajuan di bidang lainnya.


Namun semuanya kembali kepada Masing-masing individu, besar harapan Sesama anak Bangsa Indonesia kita dukung program pemerintah dengan gotong royong Jaga Persatuan dan kesatuan sebagaimana yang di amanatkan UUD 45 Berdasarkan Pancasila dan NKRI.






Penulis: Admin
x

Monday, 29 June 2020

PALLAPI ARONA OGI'E (PAO) MENJALIN SILATURRAHMI BERSAMA LASKAR PANGERAN ANTARI

 

TEMBILAHAN;- Kebersamaan serta Persatuan memang bukan sekedar Slogan semata, Organisasi Pallapi Arona Ogi'e (PAO) membuktikan kepada kita semua, sekalipun Organisasi ini masih dalam Proses di Kemenhumham tetapi secara kasat mata dapat kita saksikan bagaimana menjaga keutuhan dalam berbangsa dan bernegara dengan menjalin silaturrahmi antar Suku yang berdasarkan Pancasila serta UUD 45. (Senin,29/06/2020)


Kali ini Panglima PAO Saudara Anawaweik/Awi'e didampingi Bapak Edi Haryanto Sindrang Menjalin Silatuhrahmi Bersama LASKAR PANGERAN ANTASARI. Tudang Sipulung/Duduk Berkumpul bersama mempererat Silahturrahmi antar Suku, yang berlokasi di Pasar Pagi.


Sebagaimana Ungkapan Salah Satu Anggota PAO di status Media Sosial
"Ikatan persaudaraan membuat kita tak terpisahkan, saling menguatkan, dan saling menutupi kekurangan Kita terlahir di keluarga berbeda, tapi ikatan persaudaraan bisa menjadikan kita layaknya keluarga"Ungkap Satari Gaffar



Penulis : Admin







Saturday, 20 June 2020

KALIMAT TABE…!!! KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BUGIS PERLAHAN MULAI TERGERUS OLEH ZAMAN


Seperti yang kita ketahui, masyarakat Indonesia sangat beragam. Ada banyak suku, bangsa, bahasa, adat istiadat, dan kesenian.  Budaya menghargai menjadi sikap langka yang sangat penting dan hurus dikembangkan kembali. “Tabe” merupakan salah satu contohnya terutama untuk wilayah pulau sulawesi umumnya warga masyarakat Bugis.

“Tabe” adalah sikap minta permisi untuk melewati arah orang lain, dengan kata-kata “tabe” kata tersebut diikuti gerakan tangan kanan turun kebawah dengan melihat pada orang-orang yang dilewati lalu memberikan senyuman. makna dari perilaku  seperti demikian adalah bahwa “Tabe” simbol dari upaya menghargai dan menghormati siapapun orang dihadapan kita.

Budaya “Tabe”  perlahan-lahan mulai tenggelam dalam masyarakat, khususnya pada kalangan anak-anak dan remaja bahkan sering ditemukan pada kalangan mahasiswa. Entahlah.. apakah ini karena kesalahan orang tua yang tidak mengajarkannya atau karena budaya Barat yang telah mengkontaminasi pemikiran mereka. Mereka tidak lagi menghargai orang yang lebih tua dari mereka, bahkan yang sering saya temukan banyak anak-anak yang memakai kata ‘BROO’ untuk menyapa orang yang lebih tua dari mereka, melewati orang tanpa permisi, bahkan kepada orangtua mereka sendiri.

Budaya “Tabe’’ sangat berperan penting dalam pembentukan karakter anak dalam sifat santun dan hormat. Oleh karena Menanamkan sikap “Tabe”  ini dalam menghormati orang yang lebih tua harus selalu diingat dan diutamakan . Sebab “Tabe” merupakan kecerdasan sikap yang akan membentuk dan mendidik anak-anak atau generasi muda agar tercipta Nilai-nilai bangsa yang saling menghormati.
Budaya menghargai jika terealisasikan dengan baik akan mencegah banyak keributan dan akan mempererat rasa persaudaraan. Bahkan saya yakin  jika budaya “Tabe” direalisasikan dalam masyarakat maka tidak ada tempat bahkan alasan untuk konflik.

Tawuran antar pelajar misalnya jika dikerucutkan apa penyebabnya, maka yang kita dapatkan ialah minimnya pengetahuan tentang sikap saling menghormati. Sebab jika anak-anak yang mengenal budaya “Tabe” akan berperilaku sopan dan tidak mengganggu temannya.

Dalam sebuah kesempatan saya sedang berbincang-bincang dengan seorang guru. Ketika sedang asik bincang-bincang ada seorang murid melewati kami dengan tergesah-gesah dengan sedikit berlari tanpa mengucap “Tabe” atau permisi, Spontan guru saya berkata dengan muka memerah

‘….. anak kurang ngajar tidak tahu sopan santun’
Mendengar kalimat itu saya terdiam sejenak lalu bertanya kenapa pak ? guru saya menjawab
‘….tidak tahu sopan santun betul anak itu, lewat didepannya orang tua/guru tidak batabe atau permisi, huuh..’
Mendengar jawaban itu,  saya memahami bahwa budaya “Tabe” itu sangat penting untuk diri sendiri dan orang lain untuk menjaga keakraban, kenyamanan dan persaudaraan.

Budaya “tabe” mungkin terlihat sepele, namun hal ini sangat penting dalam tata krama masyarakat di daerah Sulawesi. Sikap “Tabe” dapat memunculkan rasa keakraban meski sebelumnya tidak saling kenal. Pada zaman sekarang ini Budaya “Tabe” sudah mulai terdegradasi. Nilai-nilai pendidikan dan karakternya perlahan-lahan mulai hilang, seakan budaya “Tabe” tak mempunyai makna apa-apa lagi bahkan sering diplesetkan.

Budaya “Tabe” merupakan simbol dari upaya menghargai dan menghormati siapapun orang dihadapan kita, kita tidak boleh berbuat sekehendak hati. Nilai yang terkandung dalam budaya tabe adalah tidak membeda-bedakan semua orang, saling menghormati, saling mengingatkan. Budaya tabe merupakan nilai luhur dan budaya lokal yang sangat tinggi sehingga harus dilestarikan untuk menopang kehidupan yang lebih baik serta mengurai dampak dari zaman yang semakin moderen yang banyak menganut budaya kebarat-baratan.









Penulis : Admin