SAMBUTAN DPP PAO : ASSALAMU'ALAIKUMWARAHMATULLAHIWABARAKATUH, SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DEWAN PENGURUS PUSAT ORGANISASI ASSEDDINGENG WIJANNA OGIE DALAM BAHASA INDONESIA DIKENAL DENGAN NAMA PERSATUAN ANAK OGI (DPP-PAO) KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU, PAO ADALAH PERKUMPULAN WARGA MASYARAKAT SUKU BUGIS RANTAU DENGAN BERDASARKAN PANCASILA DAN UDD 45 SERTA DIBAWAH NAUNGAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) DENGAN TUJUAN MEMPERSATUKAN SEGENAP WARGA MASYARAKAT BUGIS SELURUH NUSANTARA MAUPUN MANCA NEGARA DENGAN VISI MISI - MASSEDDI RIPASSEDDI MAPPASSEDDI-TOPADA SIPAMMASE MASE - NIAT MADECENG PADATTA RUPA TAU TERUTAMA SEMPUGIKU TEGA-TEGAKI WANUA DI ONDROWI. WASSALAMU'ALAIKUMWARAHMATULLAHIWABARAKATUH

Friday, 20 March 2020

PAPPASENG TORIOLO / PETUAH ORANG BUGIS


Di kalangan Bangsa Bugis, mungkin tidak asing di telinga kita ungkapan-ungkapan leluhur (To Riolota). Ungkapan Tradisonal sebagai aspek budaya yang diakui mengandung nilai-nilai yang perlu dilestarikan. Hal semacam ini sekarang sudah sangat langka. Hanya sesekali ada terdengar diucapkan oleh orang-orang tua disaat ada pertemuan tradisi (acara Budaya). Selain kandungan yang ada didalamnya juga segi sastranya sangat halus, sampai tidak mudah dibuat oleh orang.

Ungkapan ini biasanya disampaikan kepada anak untuk melakukan sesuatu kebiasaan baik yang baik maupun tidak baik, tetapi membuatkan semacam sebab akibat yang sangat ditakuti oleh si anak. Misalnya ibu mati, dia bisa pendek umur, ia terlambat besar. Begitu pula sebaliknya, ada yang sesungguhnya diperintahkan melakukannya, dengan akibat baik apabila dilakukannya.

Beberapa Ada-ada To Riolo yang merupakan nasihat orang tua kepada anaknya antara lain sebagai berikut:



1.MAUNI COPPO' BOLANA GURUTTA' RIUJA MADORAKAMONI'

Artinya : Walaupun bubungan atap rumah Guru yang dicela, maka kita pun berdosa.

FungsI : Agar anak senantiasa menghormati Gurunya.

Nilai : Pendidikan akhlak.



2.AJA' MUOPPANG NASABA MATEI MATI INDO'MU

Artinya : Jangan Engkau tidur tengkurap/ meniarap, nanti mati ibumu.

Fungsi : Supaya anak menghentikan kebiasaan yang merugikan dirinya yakni bisa berakibat sesak nafas

Nilai : Pendidikan kesehatan.



3. NAREKKO PURANI RIACCINAUNGI PASSIRING BOLANA TAUWE TEMPEDDINNI RINAWA-NAWA MAJA

Artinya : Kalau kita sudah berteduh dibawah atap rumahnya seseorang, sudah tidak boleh lagi dibenci (diusahakan ia binasa).

Fungsi : Supaya anak tahu menghargai budi orang lain.

Nilai : Pendidikan akhlak



4. AJA MULEU RI TANAE, KONALLEKKAIKO MANU-MANU MATEITU INDO'MU

Artinya : Jangan kamu baring ditanah, karena kalau ada burung melewatimu ibumu akan mati.

Fungsi : Supaya anak jangan mengotori dirinya.

Nilai : Pendidikan kesehatan.



5. AJA MUALA AJU PURA RETTE' WALIE NAKOTENNA IKO RETTE'I, AJA' TO MUALA AJU RIPASANRE'E, KOTENNA IKO PASANREI

Artinya : Jangan kau ambil kayu yang sudah dipotong ujung dan pangkalnya. Dan jangan pula engkau ambil kayu yang tersandar, kalau bukan kau yang sandarkan.

Fungsi : Supaya anak tahu menghargai hak orang lain.

Nilai : Pendidikan kejujuran.



6. AJA MUINUNG TETTONG, MALAMPEI LASOMU

Artinya : Jangan minum berdiri, nanti panjang kemaluanmu.

Fungsi : Supaya gelas tidak jatuh/pecah.

Nilai : Memelihara keselamatan barang.



7. AJA MUNAMPUI TANAE, MATARUKO

Artinya : Jangan menumbuk tanah, karena kamu bisa jadi tuli.

Fungsi : Supaya anak tidak mengotori dirinya sendiri.

Nilai : Pendidikan kebersihan.



8. NGOWA NA KELLAE, SAPU RIPALE PAGGANGKANNA

Artinya : Loba dan tamak, berakibat kehampaan.

Fungsi : Supaya anak tahu mensyukuri yang ada (sedikit tapi halal).

Nilai : Pendidikan untuk menghormati hak orang lain (tidak serakah)



9. AJA MUANRE TEBBU RI LEUREMMU, MATEI INDO'MU

Artinya : Jangan makan tebu ditempat tidurmu, akan mati ibumu.

Fungsi : Supaya anak tidak kotor, dan dikerumuni semut.

Nilai : Pendidikan kebersihan.



10. RICAU AMACCANGNGE, RIABBIASANGENGNGE

Artinya : Kalah kepintaran dari kebiasaan atau pengalaman.

Fungsi : Supaya anak rajin membiasakan diri belajar.

Nilai : Pendidikan kepatuhan.



11. Aja Muakkelong Riyolo Dapureng, Tomatowa Matu Muruntu’

Artinya : Jangan menyanyi di muka dapur, jodohmu nanti orang tua.

Fungsi : Supaya anak tahu menempatkan sesuatu pada posisinya masing-masing.

Nilai : Pendidikan ketertiban.



12.GETTENG LEMPU ADATONGENG

Artinya : Tegas, jujur serta berkata benar.

Fungsi : Supaya anak teguh pada pendirian,,jujur, dan berbudi bahasa yang baik.

Nilai : Pendidikan mental.



13. Aja Mubuangi Sanru’e, Maponco Sunge tauwe.

Artinya : Jangan menjatuhkan sendok, kita pendek umur.

Fungsi : Supaya sendok tak jatuh kotor.

Nilai : Pendidikan kebersihan.



14. Komuturusiwi Nafessummu, padaitu mutonanginna lopi Masebbo’E.

Artinya : Kalau kamu menuruti nafsumu, sama saja engkau menumpang perahu bocor.

Fungsi : Kalau tidak tahu mengendalikan diri, pasti binasa.

Nilai : Pendidikan untuk mengendalikan diri (amarah).



15. Engkatu Ada Matarengngi Nagajangnge.

Artinya : Ada perkataan lebih tajam dari keris.

Fungsi : Supaya anak memelihara selalu bahasanya kepada orang lain.

Nilai : Pendidikan akhlak.



16. Naiyya Balibolae, Padai Selessurengnge.

Artinya : Adapun tetangga itu sama dengan saudara.

Fungsi : Supaya kita menghormati tetangga.

Nilai : Pendidikan akhlak bermasyarakat.



17. Aja Mutudang risumpangnge, Mulawai dalle’E.

Artinya : Jangan duduk dimuka pintu, kau menghambat rezeki.

Fungsi : Supaya anak tidak menghalangi orang yang mau lewat.

Nilai : Pendidikan Tatakrama.



18. Rekko Mupakalebbi’i Tauwe, Alemutu Mupakalebbi.

Artinya : Kalau kamu memuliakan orang, berarti dirimulah yang kau muliakan.

Fungsi : Agar anak senantiasa memuliakan dan menghargai orang lain.

Nilai : Pendidikan Tatakrama.



19. Aja’ Muasseringangngi Pale’mu, Sapu ripalekko.

Artinya : Jangan jadikan sapu telapak tanganmu, nanti kamu hampa tangan.

Fungsi : Supaya anak jangan mengotori tangannya, dan bisa kena benda tajam.

Nilai : Pendidikan kebersihan.



20. Aja Mutudangiki angkangulungnge, malettakko.

Artinya : Jangan menduduki bantal, nanti kau kena bisul.

Fungsi : Agar anak tidak merusak alat tempat tidur.

Nilai : Pendidikan untuk tetap memelihara peralatan.



21. Anreo Dekke inanre, Namalampe Welua’mu.

Artinya : Makanlah Nasi yang hangus pada dasar periuk supaya panjang rambutmu.

Fungsi : Membuat anak mau saja makan nasi yang tidak baik (hangus).

Nilai : Pendidikan pembiasaan anak tidak mubazir.



22. Resopa Natemmangingngi, Malomo nNletei Pammase Dewata Artinya : Hanya kerja disertai ketekunan, mudah mendatangkan rezeki Tuhan. Fungsi : Agar anak tidak malu bekerja keras untuk mendapat rezeki. Nilai : Pendidikan kerajinan dan ketekunan.



23. Naiyya Olokolo’E Tuluna Riattenning, Naiyya Tauwe Adanna Riattenning.

Artinya : Kalau binatang, talinyalah yang dipegang, kalau manusia perkataannya yang dipegang.

Fungsi : Agar anak konsisten dapat menepati perkataannya. Nilai : Pendidikan kejujuran (akhlak).



24. Cicemmitu tauwe Tai ri lalengnge, Idi’na sini riaseng. Artinya : Sekali kita berak di jalan, maka kitalah yang selalu dituduh.

Fungsi : Jangan sekali-kali kita berbuat yang tidak baik, karena selalu kitalah yang dituduh kalau ada perlakuan yang sama.

Nilai : Pendidikan anak jangan melakukan yang buruk.



25. Panni’na manue muanre, Malessiko lari.

Artinya : Sayapnyalah ayam yang kau makan, jadinya kau kuat lari.

Fungsi : Supaya anak tidak manja dalam memilih makan.

Nilai : Pendidikan agar anak tidak membuat masalah terhadap makanan keluarga.



26. AJA MURENNUANGNGI ANU DEE RI LIMAMMU

Artinya : Janganlah engkau terlalu mengharapkan apa yang belum ada pada tanganmu.

Fungsi : Supaya tidak terlalu berani mengharapkan barang (uang) yang belum tentu didapat (hari) itu.

Nilai : Peringatan agar tidak meremehkan janji, sampai salah jadinya



Tuesday, 3 March 2020

PAO MENGGALANG DANA BANTUAN KORBAN KEBAKARAN DI SIMPANG EMPAT SUNGAI GANTANG


Selasa,03 Maret 2020:- Organisasi Pallapi Arona Ogi'e (PAO) kali ini melakukan Kegiatan Sosial Menggalang Dana Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah Tempat Tinggal Warga di Simpang empat Desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir, meskipun cuaca Sangat Terik Panas Matahari Anggota PAO tetap semangat demi Saudara kita yang tertimpa Musibah, kegiatan seperti ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh PAO, namun sebelumnya PAO juga pernah menggalang Dana Bantuan buat Saudara kita yang dilanda Musibah di Toli-toli, dan Kegiatan ini secara Spontan PAO merangkul Anggota yang ingin ikut serta kegiatan tersebut meskipun sebagian dari mereka beda Kecamatan namun itulah Naluri Kemanusiaan PAO patut di Apresiasi di jaman yang serba Modern ini.



















Sumber Foto : PAO

Saturday, 9 November 2019

PALLAPI ARONA OGI'E



Keberadaan Organisasi Sosial dan Pemersatu yang memiliki Garis Keturunan Suku Bugis INHIL RIAU, di Akui atau tidak Anggota Pallapi Arona Ogi’e (PAO) Sebenarnya berlatar Belakang dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, pada Umumnya Anggota PAO beranggotakan dari Suku Bugis yang berada di Kabupaten Inhil maupun di Perantauan yang Pernah atau yang berasal dari Kabupaten INHIL.


·         Pallapi Arona Ogi’e (PAO) Merujuk pada Kalimat Leluhur Orang Bugis yaitu, Pallapi Arona Arunge, dan Bagi Sebagian Masyarakat Orang Bugis apalagi di Kalangan Orang Tua tentu tidak Asing dengan Ungkapan Pallapi Arona Arunge (Pengawal Raja/Prajurit, Pembela Hak Azasi Manusia, Pemuka dan Tokoh, Wali Pitu) Ketika itu.



·         Eksistensi Pallapi Arona Ogi’e (PAO) Kalimat Leluhur Orang Bugis menjadi Daya Tarik dikalangan Warga Suku Bugis di Kabupaten Indragiri Hilir yang Melestarikan Nilai-nilai Budaya serta Petuah Leluhur Orang Bugis di Tengah Perkembangan Jaman Era Modernisasi Globalisasi serta Pekembangan Teknologi dan Informasi yang begitu pesat, tidak menutup Kemungkinan Warna Kebinekaan kita akan Hilang seiring Hilangnya Jati Diri Suku-suku di Indonesia.


·         Arti dari Kalimat Pallapi Arona Memiliki Makna Luas karena Kalimat ini adalah Kalimat Hiasan Penggambaran Terhadap seseorang Kepada Seseorang atau Team atau yang di Percayai Mengemban Amanah dari berbagai Aspek dan Tupoksi Masing-masing mulai dari Pejabat Pemerintahan maupun Masyarakat yang Semua itu Memiliki Pallapi Arona. Pallapi Arona Ogi’e lebih mengarah Cipta Rasa Naluri Kemanusiaan


·         Filosofi Pallapi Arona Ogi’e (PAO)


         Filosofi dan Arti Pallapi Arona Ogi’e (PAO) dalam Kehidupan Diri dan Orang Lain Maupun Lingkungan Sosial serta dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara


·           Yaitu :


  PALLAPI = Penghalang, Pelapis, Alas, Pengawal, Tameng, Pertahanan atau Benteng


        Penghalang, Pelapis, Alas, Pengawal, Tameng, Pertahanan atau Benteng - Dalam artian Menjaga Malu Dirinya Sendiri terlebih Malu Sukunya dan Menjaga Nama Baik Dirinya Serta Menjaga Nama Baik Perkumpulan Suku Bugis Secara Umum Menjaga Nama Baik Kepada Sesama Anak Bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia



·         ARO-NA = Dada-nya


·         Dada Letaknya di Depan Merujuk pada Posisi Dikedepankan, Perwakilan, Diberi Amanah Tugas dan Tanggung Jawab, sementara di dalam Dada ada Hati yang Selalu Harus di Jaga jangan Sampai Memiliki Penyakit Hati, sebab Hati adalah Arung/Raja/Pemimpin/Presiden/Perdana Menteri yang ada terdapat pada Setiap Manusia, Seperti yang kita Tahu Hati Memiliki Kemampuan Perintah yang tidak Terlihat ke Seluruh Indra di Tubuh Manusia ke arah Baik dan Buruk terhadap Diri maupun Orang Lain.



·         Ogi’e = Penyebutan Nama Suku yang Berasal dari Sulawesi Selatan yaitu Orang Bugis/To Ogi’e



·         Pesan dan Kesan PAO = Pappaseng na Papparingerang



·         PAO bagian dari Bingkai Kebinekaan yang Selalu Menjaga Persatuan dan Kesatuan Orang Bugis di INHIL RIAU. “MASSEDDI RIPASSEDDI MAPPASSEDDI”. Tetaplah Menunduk jangan Busungkan Dada. PAO bukan Menjadi Jago. Bersatu Menjaga PAO agar Kuat dan Saling Mengingatkan untuk Saling Menolong. Jangan Membuat atau Menciptakan Perpecahan dan Pertengkaran serta Bertindak Anarkis Sesama Orang Bugis sekalipun Terhadap Suku Berbeda serta Orang Lain.


·         Dan Ketika di Hadapkan Pilihan yang Menyangkut Marwah “SIRI” yang Mengancam Kehidupan Sosial, Ketertiban maupun Keamanan Diri dan Umum haruslah lebih Mengedepankan Musyawarah dan Cinta Kebijaksanaan serta Keputusan yang Baik. Namun Ketika dihadapkan dalam situasi yang Berat tak bisa di Hindari Maka Bersatulah agar Kuat untuk Sama-sama Meringankan. Jauhkan Diri dari Prasangka Buruk Niatkan dalam HATI untuk Tujuan BAIK Supaya PAO Senantiasa Bersatu dalam Kebaikan dengan Harapan serta Hasilnya di Berikan Keberkahan oleh Tuhan yang Maha Esa / Puang Sewwae, dengan Hasil Deceng/Baik “Sebaik-baiknya Manusia adalah Manusia yang Bermanfaat Bagi Sesama”.


·         PAO “Cinta Kebijaksanaan, Kemanusiaan, Keadilan, Adab dan Adat Kebiasaan Baik serta Demokratis” dalam Kehidupan Sehari-hari maupun dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang tentunya tetap Berpegang Teguh dan Patuh dengan Peraturan UUD dan Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menyentuh di Seluruh Lapisan Masyarakat Khususnya Masyarakat Suku Bugis di INHIL. Membantu Pemerintah dalam Mewujudkan Pembangunan Daerah di Tempati serta Pembangunan Nasional di berbagai Bidang di Pemerintahan Maupun di Masyarakat.




BERITA ACARA PEMBENTUKAN ORGANISASI PALLAPI ARONA OGI'E (PAO)




* Berdasarkan Hasil Rapat Pembentukan Pengurus Tetap dan Rapat AD-ART Pallapi Arona Ogi'e (PAO) yang di hadiri Peserta dengan Jumlah 87 Orang Anggota.


Hari       : Sabtu
Tanggal : 04 Juli 2020


Adapun Agenda yaitu :

1. Rapat AD-ART
2. Penyusunan Nama-nama- Pendiri
3. Penunjukan Dewan Pengawas dan Dewan Pembina
4. Pemilihan Tim Formateur

Berikut Penjelasan Hasil Keputusan Rapat sebagai berikut :

Nama-nama Pendiri Organisasi Pallapi Arona Ogi'e (PAO) :

1. EDY HARYANTO
2. NAHRAWI
3. HASANUDDIN
4. ZAINUDDIN
5. AKMAL
6. HJ. RAUDAH
7. AMINAH

8. ANAWAWIK
9. M. TASAKKA

Dewan Pengawas dan Pembina :

NAHRAWI
.........
..........
..........
..........


Tim Formateur :

Ketua Umum / Formateur                    : EDY HARYANTO
Sekretaris Jendral / Mide Formatuer   : ANAWAWIK
Bendahara Umum / Mide Formateur  : M. JASMIR TAMRIN


Pimpinan Raoat                                  : ANAWAWIK
Wakil Ketua                                         : RUDI
Sekretaris                                             : SATARIL GAFFAR
                                   










Penulis : Admin